{"id":479,"date":"2019-04-08T13:15:36","date_gmt":"2019-04-08T06:15:36","guid":{"rendered":"https:\/\/www.sman1-ungaran.sch.id\/?post_type=blog&#038;p=200"},"modified":"2025-04-23T12:49:59","modified_gmt":"2025-04-23T05:49:59","slug":"belajar-huruf-jepang-lebih-asyik-dengan-aplikasi-hikari-hint","status":"publish","type":"blog","link":"https:\/\/sman1ungaran.sch.id\/?blog=belajar-huruf-jepang-lebih-asyik-dengan-aplikasi-hikari-hint","title":{"rendered":"BELAJAR HURUF JEPANG LEBIH ASYIK DENGAN APLIKASI \u201cHIKARI-HINT\u201d"},"content":{"rendered":"<p>Salah satu kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh peserta didik ketika belajar Bahasa<br \/>\nJepang adalah pemahaman terhadap huruf. Huruf dalam Bahasa Jepang atau yang disebut dengan<br \/>\nmoji terdiri atas huruf-huruf hiragana, katakana, kanji dan romaji (alphabet). Perbedaan<br \/>\npenggunaan huruf Jepang (Hiragana, Katakana dan Kanji) yang tidak sama dengan huruf<br \/>\nalphabet dalam bahasa Indonesia menjadikan peserta didik mengalami kesulitan. Kesulitan<br \/>\ntersebut terdapat pada aspek kemampuan menulis dan membaca huruf baik dalam kalimat<br \/>\nmaupun paragraf. Hal inilah yang menjadikan guru masih mempergunakan huruf alphabet dalam<br \/>\nmelaksanakan kegiatan pembelajaran Bahasa Jepang sehari-hari di kelas.<br \/>\nPada umumnya peserta didik memerlukan motivasi belajar yang tinggi agar dapat<br \/>\nmemahami dan menguasai huruf hiragana, katakana maupun kanji secara cepat. Akan tetapi<br \/>\nterbatasnya pengetahuan guru dalam menggunakan metode pembelajaran yang kreatif menjadi<br \/>\nsalah satu penyebab rendahnya motivasi peserta didik dalam memahami huruf (moji) yang<br \/>\ndiajarkan. Selama ini pembelajaran huruf hiragana, katakana dan kanji dinilai sangat monoton.<br \/>\nKegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru hanya sekadar menuliskan atau menampilkan<br \/>\nhuruf satu persatu dalam slide power point. Untuk mengatasi hal tersebut, guru mencoba<br \/>\nmenerapkan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan usia dan hal-hal yang kekinian<br \/>\ndikalangan peserta didik yaitu dengan pemanfaatan media Gawai.<br \/>\nMaraknya penggunaan gawai terutama di kalangan peserta didik sudah dianggap hal yang<br \/>\ntidak dapat dipisahkan dari kehidupan mereka. Dengan memanfaatkan pesatnya perkembangan<br \/>\nteknologi gawai saat ini, aplikasi android dapat menjadi media pembelajaran yang paling efektif.<br \/>\nSalah satu alplikasi android untuk mempelajari huruf yaitu aplikasi \u2018HIKARI HINT\u2019 yang<\/p>\n<p>merupakan kepanjangan dari aplikasi \u201chiragana memory hint\u201d, \u201ckatakana memory hint\u201d dan<br \/>\n\u201ckanji memory hint\u201d. Ketiga aplikasi ini dibuat oleh the japan foundation (lembaga khusus yang<br \/>\nbertugas membantu pembelajaran Bahasa Jepang yang ada di dunia) untuk mempermudah guru<br \/>\ndalam mengajarkan huruf Jepang. Pembelajaran huruf dengan menggunakan aplikasi ini<br \/>\nmenawarkan berbagai macam keuntungan. Peserta didik dapat meningkatkan pemahaman huruf<br \/>\n(moji) yang mereka dapatkan dengan belajar dan berlatih kapanpun dan di manapun dengan<br \/>\nmenyenangkan melalui animasi yang menunjukkan hubungan antara ilustrasi jembatan keledai<br \/>\ndengan masing-masing huruf.<br \/>\nMateri pembelajaran huruf dengan menggunakan aplikasi ini terdiri dari beberapa konten,<br \/>\nyaitu konten tabel, konten informasi, konten belajar melalui ilustrasi dan konten kuis. Konten<br \/>\ntabel, memungkinkan peserta didik dapat mendengarkan pelafalan tiap-tiap huruf (Hiragana,<br \/>\nkatakana, kanji). Konten informasi memuat penjelasan mudah mengenai huruf dan sistem atau<br \/>\nurutan tata cara penulisan dari masing-masing huruf. Konten belajar melalui ilustrasi,<br \/>\ndidalamnya berisi suara dan animasi yang dapat membantu peserta didik lebih mudah mengingat<br \/>\nhuruf. Sedangkan konten kuis digunakan untuk menguji sejauh mana pemahaman peserta didik<br \/>\nterhadap huruf yang telah dipelajari.<br \/>\nPada saat pembelajaran huruf Jepang di kelas, misalnya pembelajaran hiragana, pada<br \/>\npertemuan pertama guru meminta peserta didik untuk membuka dan mendownload aplikasi<br \/>\n\u201cHiragana memory Hint\u201d melalui android masing-masing. Setelah proses download selesai guru<br \/>\nkemudian meminta peserta didik untuk mempelajari huruf satu persatu melalui ilustrasi animasi.<br \/>\nIlustrasi animasi yang disajikan dalam aplikasi \u201cHiragana memory Hint\u201d tersebut akan berfungsi<br \/>\nsebagai jembatan keledai dari bentuk masing-masing huruf. Misalnya untuk penulisan huruf<br \/>\nhiragana \u201cA\u201d dalam aplikasi ini diilustrasikan dengan animasi seekor ular yang sedang melilit<br \/>\npohon. Sedangkan untuk penulisan huruf hiragana \u201ci\u201d diilustrasikan dengan animasi seorang ibu<br \/>\nyang sedang menggendong anak, dan seterusnya. Selama kegiatan berlangsung guru berkeliling<br \/>\nmembantu peserta didik agar lebih mudah memahami huruf yang sedang dipelajari. Di akhir<br \/>\npembelajaran guru dapat melakukan konfirmasi dengan cara kembali menampilkan huruf-huruf<br \/>\ntersebut pada slide power point dan meminta peserta didik untuk membaca huruf tersebut secara<br \/>\nbersama-sama.<br \/>\nPada pertemuan selanjutnya guru meminta peserta didik untuk mengerjakan latihan soal<br \/>\nyang terdapat pada konten kuis. Guru juga meminta masing-masing peserta didik untuk secara<br \/>\nrutin melakukan dokumentasi nilai kuis yang diperoleh dan melaporkannya. Metode berlatih soal<br \/>\nmelalui kuis yang terdapat pada aplikasi ini terbukti efektif. Selain antusias ketika mengerjakan<br \/>\nkuis, peserta didik juga termotivasi untuk menghafalkan huruf hiragana agar mendapatkan nilai<br \/>\nkuis yang memuaskan. Pemahaman peserta didik terhadap huruf Jepang juga semakin bagus.<br \/>\nMelalui kegiatan ini guru juga dapat memantau perkembangan pemahaman peserta didik<br \/>\nterhadap huruf yang telah dipelajari berdasarkan nilai kuis yang didapatkan.<\/p>\n<p>Melalui penerapan kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan<br \/>\nbahwa untuk menumbuhkan motivasi peserta didik dalam belajar huruf Bahasa Jepang<br \/>\ndiperlukan metode atau media pembelajaran yang efektif. Penggunaan media yang efektif akan<br \/>\nmerangsang penciptaan suasana belajar yang menyenangkan. Media pembelajaran huruf Bahasa<br \/>\nJepang \u201cHikari-hint\u201d dapat menjadi salah satu solusi yang tepat. Peserta didik tidak hanya<br \/>\nsekadar dapat memahami huruf Jepang dengan lebih mudah akan tetapi diharapkan dapat<br \/>\nmemperoleh pengalaman belajar yang bermakna.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Oleh: Fahmiyah, S.Pd (Guru SMA N 1 Ungaran)<\/p>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">sumber gambar <a href=\"https:\/\/jepang.org\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/1484414028F8SlFZY.png\">https:\/\/jepang.org\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/1484414028F8SlFZY.png<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":745,"comment_status":"open","ping_status":"closed","template":"","blog-kat":[],"class_list":["post-479","blog","type-blog","status-publish","has-post-thumbnail","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sman1ungaran.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/blog\/479","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sman1ungaran.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/blog"}],"about":[{"href":"https:\/\/sman1ungaran.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/blog"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sman1ungaran.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sman1ungaran.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=479"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sman1ungaran.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/745"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sman1ungaran.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=479"}],"wp:term":[{"taxonomy":"blog-kat","embeddable":true,"href":"https:\/\/sman1ungaran.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fblog-kat&post=479"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}