{"id":276,"date":"2019-05-03T13:22:30","date_gmt":"2019-05-03T06:22:30","guid":{"rendered":"https:\/\/www.sman1-ungaran.sch.id\/?p=276"},"modified":"2019-05-03T13:22:30","modified_gmt":"2019-05-03T06:22:30","slug":"siswa-sman-1-ungaran-juara-coding-minecraft-asia-pasifik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sman1ungaran.sch.id\/?p=276","title":{"rendered":"Siswa SMAN 1 Ungaran Juara Coding Minecraft Asia Pasifik"},"content":{"rendered":"<p>Aji Kusuma \u2013 detikInet<\/p>\n<p><strong>Semarang<\/strong>\u00a0&#8211; Sempat hampir gagal mengikuti Minecraft Competition, Michael Hamonangan Sitorus diselamatkan oleh pinjaman laptop dari sang guru, Purwanti Wahyuningsih. Tak sampai disitu, tenggat waktu pengumpulan yang tinggal menyisakan waktu dua hari, menjadikan Michael harus bekerja lebih keras agar bisa menyelesaikan proyek Minecraft-nya. &#8220;Sistem operasi laptop saya tidak support, harus menggunakan Windows 10 dan Office 365, untung dipinjami bu Ning, dan tepat kurang tiga puluh menit dari deadline, saya bisa mengirimkan project ke penyelenggara,&#8221; jelas Michael kepada detikcom, Rabu (5\/2\/2019).<\/p>\n<p>Michael adalah siswa kelas XI MIPA SMAN 1 (Smansa) Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Pada tanggal 3-7 Desember 2018 lalu, ia mendapat kesempatan mengikuti lomba coding Minecraft yang diselenggarakan atas kerjasama Microsoft, Empire Code, dan Lenovo.\u00a0 Lomba adu kemampuan coding melalui platform Minecraft ini diikuti 1500 peserta dari 20 negara se Asia Pasifik.\u00a0 Usai bertempur selama empat hari, Michael menjadi juara setelah menyingkirkan Selandia Baru dan Singapura di babak final.<br \/>\n&#8220;Cukup sulit dan nggak nyangka, tetapi ya terus berupaya saja. Ya bersyukur mendapat kesempatan meraih emas menjadi juara,&#8221; papar Michael.<\/p>\n<p>Usai keluar sebagai juara, berbagai kesempatan Michael dapatkan, ia bertemu Haris Izmee, Presiden Direktur Microsoft Indonesia dan Jasmine Tang dari Empire Code.<\/p>\n<p>Bahkan Michael juga bertemu Menkominfo Rudiantara di Jakarta untuk mendapat jamuan khusus dan penghargaan &#8220;Ya senang bisa ngobrol dengan orang microsoft dan Empire Code. Belajar banyak hal baru tentang coding. Kalau dari Bapak Menteri, rencana nanti saya mau dibelikan laptop baru,&#8221; jelas Michael dengan wajah berseri. Tak mau ketinggalan mengapresiasi, pengelola Yayasan Cinta Anak Bangsa memberi beasiswa khusus kepada Michael. Nantinya, beasiswa ini dapat Michael ambil saat ia sudah lulus dari SMAN 1 Ungaran. &#8220;Saya mendapat beasiswa full S1 dari Yayasan Cinta Anak Bangsa. Mau kuliah dimanapun boleh memanfaatkan beasiswa itu,&#8221; ujar Michael.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan yang sama, detikcom juga mewawancarai Purwanti Wahyuningsih, yang juga menjadi pendamping Michael selama mengikuti perlombaan.\u00a0Bu Ning, sapaan akrab Purwanti Wahyuningsih ini setiap hari mengampu pelajaran matematika di SMAN 1 Ungaran. &#8220;Bersyukur atas prestasi Michael. Saya hanya mengarahkan dan memfasilitasi, sepenuhnya itu usaha Michael hingga ia mampu menunjukkan bakat yang dimilikinya,&#8221; tandas Bu Ning.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-278 aligncenter\" src=\"https:\/\/www.sman1-ungaran.sch.id\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/michael-2-300x223.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"223\" \/><\/p>\n<p>youngster.id \u2013<\/p>\n<p>Michael Hamonangan Sitorus siswa SMAN 1 Ungaran, Semarang pemenang pertama Asia Pacific Next Top Coder tahun 2018. Ini adalah kompetisi yang diadakan oleh Microsoft dengan pusat pendidikan coding yang berbasis di Singapura. Haris Izmee Presiden Direktur Microsoft Indonesia mengatakan, kompetisi ini didedikasikan bagi generasi muda untuk bersaing menciptakan dunia Minecraft berdasarkan tema \u201cTeach a Time History\u201d.<\/p>\n<p>\u201cKami melihat teknologi sebagai sebuah medium yang sangat berguna dalam menghadapi perkembangan jaman kini, dan para talenta teknologi adalah agen-agen perubahan yang membantu berbagai pihak dalam mengatasi berbagai tantangan yang mungkin muncul dari transformasi digital ini,\u201d ucap Haris Izmee Presiden Direktur Microsoft Indonesia Rabu (6\/2\/2019) di Jakarta.<\/p>\n<p>Michael menciptakan dunia Minecraft yang menampilkan kisah bagaimana Indonesia berkembang dari masa pra-sejarah hingga saat ini, sebelum dan setelah kehadiran teknologi. Kompleksitas coding yang diciptakan oleh Michael menunjukkan kisah Indonesia, termasuk menampilkan candi Borobudur dan Monumen Nasional menggunakan coding dari Minecraft. Hal ini yang membawanya memenangkan kompetisi Asia Pacific Next Top Coder 2018.<\/p>\n<p>Haris menegaskan, Microsoft berkomitmen untuk terus mengembangkan teknologi yang berdampak positif bagi kehidupan manusia sehingga setiap elemen masyarakat dapat merasakan keuntungan dari transformasi digital yang sedang terjadi.<\/p>\n<p>\u201cUntuk itu, kami berharap kerjasama dengan pemerintah dapat terus terjalin guna mewujudkan hal tersebut,\u201d tegas Haris.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-279 aligncenter\" src=\"https:\/\/www.sman1-ungaran.sch.id\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/michael-3-300x197.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"197\" \/><\/p>\n<p>Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengapresiasi\u00a0siswa Juara 1 Lomba Asia Pasific Top Coders Minecraft Competition.\u00a0Michael Hamonangan Sitorus dari SMA Negeri 1 Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah memenangkan\u00a0lomba digelar Empire Code Singapura bekerja sama dengan Microsoft dan Lenovo pada tanggal 3 Desember 2018.\u00a0Michael mengalahkan lawannya dari Singapura yang mendapatkan juara 2 dan juara 3 dari New Zealand.<\/p>\n<p>Apresiasi disampaikan Menteri Rudiantara saat menerima\u00a0kunjungan President Direktur Microsoft Indonesia Haris Izmee. Dalam kunjungan tersebut, Microsoft memperkenalkan Program Talenta Digital.<\/p>\n<p>\u201cIni karya anak bangsa yang patut kita apresiasi karena mengombinasikan antara pengetahuan di bidang teknologi, memahami cara membuat coding dan kemampuannya tentang art. Kalau cuma jago coding tapi art-nya gak sesuai berarti gak mungkin menciptakan karya seperti ini,\u201d kata Menteri Rudiantara saat pertemuan tersebut, di Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Senin (04\/02\/2019).<\/p>\n<p>Michael membuat coding yang menceritakan kehidupan masyarakat Indonesia prasejarah hingga era globalisasi yang perkembang pesat saat ini. Beberapa cerita di dalamnya termasuk menampilkan Candi Borobudur yang merupakan situs sejarah dan candi terbesar di dunia.<\/p>\n<p>Michael berhasil membuat program yang menjelaskan bangunan situs sejarah Candi Borobudur merupakan bukti nyata bahwa pada era dimana bangunan itu dibuat, manusia sudah memiliki agama dan kepercayaan. Selain Candi Borobudur, Michael juga menampilkan Monumen Nasional (Monas) yang menandakan lahirnya reformasi di Indonesia.<\/p>\n<p>Menteri Rudiantara mengatakan, Kementerian Kominfo selalu mendukung karya anak bangsa, salah satunya di bidang teknologi digital yang memiliki prestasi hingga ke dunia Internasional. Menteri Rudiantara juga mengajak Michael memberikan motivasi dan semangat belajar kepada teman sebayanya di seluruh Tanah Air.<\/p>\n<p>\u201cApa yang Michael butuhkan saat ini, dan silahkan sampaikan pesan motivasi untuk anak-anak Indonesia biar bisa seperti Michael, dan juga pesan yang ingin Michael sampaikan kepada pemerintah terutama Kominfo, karena pemerintah akan selalu mensupport karya anak bangsa seperti Michael,\u201d kata Rudiantara.<\/p>\n<p>Kedatangan Michael yang didampingi President Direktur Microsoft Indonesia Haris Izmee dan dua guru dari sekolahnya ini mendapatkan bonus laptop dari Menteri Rudiantara. Sebab, dalam pertemuan tersebut, Michael menceritakan selama membuat coding untuk mengikuti lomba tersebut, Ia meminjam laptop salah satu gurunya di sekolah.<\/p>\n<p>\u201cPesan saya untuk teman-teman agar terus berkarya dan mengasah diri, sekarang kan banyak anak muda yang suka main game tapi hanya sedikit orang yang bisa memanfaatkan dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, saya juga berharap Kominfo lebih memanfaatkan lagi teknologi saat ini untuk generasi muda Indonesia,\u201d kata Michael yang berkeinginan kuliah di UGM ini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aji Kusuma \u2013 detikInet Semarang\u00a0&#8211; Sempat hampir gagal mengikuti Minecraft Competition, Michael Hamonangan Sitorus diselamatkan oleh pinjaman laptop dari sang guru, Purwanti Wahyuningsih. Tak sampai disitu, tenggat waktu pengumpulan yang tinggal menyisakan waktu dua hari, menjadikan Michael harus bekerja lebih keras agar bisa menyelesaikan proyek Minecraft-nya. &#8220;Sistem operasi laptop saya tidak support, harus menggunakan Windows 10 dan Office 365, untung dipinjami bu Ning, dan tepat kurang tiga puluh menit dari deadline, saya bisa mengirimkan project ke penyelenggara,&#8221; jelas Michael kepada detikcom, Rabu (5\/2\/2019). Michael adalah siswa kelas XI MIPA SMAN 1 (Smansa) Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Pada tanggal 3-7 Desember 2018 lalu, ia mendapat kesempatan mengikuti lomba coding Minecraft yang diselenggarakan atas kerjasama Microsoft, Empire Code, dan Lenovo.\u00a0 Lomba adu kemampuan coding melalui platform Minecraft ini diikuti 1500 peserta dari 20 negara se Asia Pasifik.\u00a0 Usai bertempur selama empat hari, Michael menjadi juara setelah menyingkirkan Selandia Baru dan Singapura di babak final. &#8220;Cukup sulit dan nggak nyangka, tetapi ya terus berupaya saja. Ya bersyukur mendapat kesempatan meraih emas menjadi juara,&#8221; papar Michael. Usai keluar sebagai juara, berbagai kesempatan Michael dapatkan, ia bertemu Haris Izmee, Presiden Direktur Microsoft Indonesia dan Jasmine Tang dari Empire Code. Bahkan Michael juga bertemu Menkominfo [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":277,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-276","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sman1ungaran.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/276","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sman1ungaran.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sman1ungaran.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sman1ungaran.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sman1ungaran.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=276"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/sman1ungaran.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/276\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sman1ungaran.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=276"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sman1ungaran.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=276"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sman1ungaran.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=276"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}